image

Free Blogger Templates

This is a Multi Color template one page layout provided by TemplatesBlock.com for free of charge. There are 2 background graphics provided in the "images" folder. You may choose the one you like. Enjoy!

Details

Rabu, 04 November 2009

disharmonisasi ego dan sper ego

Disharmonisasi ego dan super ego


    Awan kelam menyelimuti Dunia pendidikan di Indonesia pada bulan Juni 2009, mencoreng citra kaum mahasiswa yang selama ini dipersepsikan banyak orang sebagai kaum intelektual. Sekelompok mahasiswa dari dua perguruan tinggi di Jakarta Pusat adu kekuatan dengan jalan tawuran, yang berakibat pada kerusakan dan korban luka dikedua belah pihak. Mahasiswa UKI dan YAI adalah yang terlibat dalam tawuran tersebut, berjumlah sekitar ratusan mahasiswa. Kedua perguruan tinggi yang berdekatan itu memang pernah sebelumnya terlibat aksi saling serang pada tahun 2002.

    Tawuran tersebut apapun penyebabnya dan apapun alasannya tidak dapat dibenarkan, karena hal tersebut bertolak belakang dengan ciri yang melekat pada kaum intelektual yang semestinya dapat menyelesaikan persoalan dan perselisihan dengan jalan dialog ataupun cara yang lebih arif. Tentunya hal tersebut akan menggeser persepsi kebanyakan orang yang menganggap mahasiswa sebagai kaum terpelajar dan intelektual, menjadi kaum yang tidak mengenal etika dan norma serta bertingkah liar. Itukah gambaran dari kaum yang dikenal sebagai agen perubahan dan agen penerus bangsa? Tidak sama sekali, itu jauh dari harapan dan cita – cita bangsa Indonesia. Tingkah seperti itu hanya merupakan sikap dan perilaku primitif yang akan merusak bangsa, serta agen penghambat pembangunan nasional. Itulah fakta yang terjadi antara sekelompok mahasiswa UKI dan YAI.

    Harus kita ketahui masih banyak perguruan tinggi di Indonesia baik negeri atupun swasta yang mahasiswanya tidak bertingkah laku bejat seperti itu, mereka mampu menunjukkan prestasi di dalam dan luar negeri yang mampu mengharumkan nama perguruan tinggi masing – masing dan Indonesia di Dunia internasional. Mereka juga mampu melakukan kegiatan yang berguna bagi masyarakat misal program KKN. Itulah seharusnya yang patut kita contoh untuk meningkatkan kualitas hidup, bukan dengan jalan tawuran. Tentunya kita selalu bertanya mengapa sampai terjadi peristiwa yang memalukan ini?apakah yang salah dengan mahasiswa – mahasiswa ini sehingga mereka bertindak brutal dan ngawur?

    Sebelum sampai pada penjelasan apa yang menjadi pendapat saya mengenai kasus ini, sebelumnya kita perlu mengetahui struktur kepribadian yang dikemukakan oleh Sigmund Freud seorang tokoh besar Psikoanalisa. Freud mengemukakan  setiap individu memiliki 3 struktur kepribadian yakni; id, ego dan super ego. Id berarti sistem yang bekerja pada taraf  ketidaksadaran dan bekerja atas dasar prinsip kepuasan. Ego berarti fungsi dari realitas dan beroperasi atas dasar proses berpikir sekunder yakni dengan menggunakan logika, kognisi dan persepsi. Superego merupakan sistem kepribadian yang berisi tentang moral dan nilai – nilai sosial. Setiap individu dikatakan stabil jikalau antara id, ego dan super ego terjadi harmonisasi dalam setiap pengambilan sikap dan keputusan, disini berarti bahwa ego sebagai badan eksekutif dalam individu harus mampu menyeimbangkan antara id dan superego, jikalau id tidak bisa dikendalikan maka individu cenderung bertingkah seenaknya dan mengabaikan aturan sosial. Sebaliknya jika super ego terlalu kuat indivdu akan terasa tertekan dan terkurung ragu- ragu dalam mengambil sikap.

    Dalam kasus tawuran UKI dan YAI saya berpendapat bahwa telah terjadi disharmonisasi antara Ego( mahasiswa ) dan super ego ( kampus dan aturan – aturan /norma ). Sehingga mahasiswa yang melakukan tawuran tersebut lebih terkuasai oleh sistem id yang bertindak agresif untuk menyerang lawan/ musuh. Mereka berbuat tanpa adanya sistem norma yang mereka pedulikan dan hiraukan, mereka seolah menjadi mahluk independen yang tidak perlu aturan. Disharmonisasi antara mahasiswa yang saya sebut ego dan aturan – aturan kampus yang saya sebut super ego disebabkan beberapa hal antara lain :

1.    manajemen kedua kampus yang belum bisa secara menyeluruh menegakan aturan /norma kepada seluruh mahasiswanya.
2.    kampus kurang mengadakan pembinaan secara mental dan spirituil kepada mahasiswa – mahasiswanya.
3.    kurangnya penginternalisasian nilai –nilai kepada mahasiswa – mahasiswa.
4.    komunikasi yang tidak valid antara pihak universitas dan mahasiswa, sehingga menyebabkan situasi diluar kontrol.


    Selain dalam internal kampus sendiri, ada hal penting yang menjadi peristiwa tawuran tersebut berlangsung, yakni tidak adanya komunikasi yang valid antara kedua belah kampus yang bertetangga itu mungkin malahan tidak terjadi komunikasi untuk kepentingan bersama dalam menjaga keharmonisan hidup berdampingan.
Adapun ciri – ciri komunikasi yang valid antara lain (sarlito wirawan, 2005)

a)    persepsi masing – masing anggota kelompok tentang posisinya sendiri dalm kelompok sesuai dengan persepsi anggota kelompok lain.
b)    Tujuan kelompok yang disepakati bersama, sejalan dengan keinginan masing – masing anggota.
c)    Antar anggota terbuka kemungkinan untuk berkomunikasi dalm berbagai tingkatan.

    Itulah yang menurut saya lebih menjadi faktor mendasar terjadinya tawuran – tawuran oleh insan pelajar dan mahasiswa, apabila ada faktor–faktor lain misalnya perselisihan antar satu orang mahasiswa, berebut lahan, salah paham, dll itu hanyalah faktor pemicu saja terjadi pada aksi tawuran.Saya tekankan sekali lagi aksi – aksi tawuran tersebut lebih karena kegagalan dalm penginternalisasian nilai dan norma oleh perguruan tinggi.












Daftar pustaka

·    Sarlito, Wirawan.2005.”teori – teori psikologi sosial”.Jakarta.Rajawali press.

·    Koran nasional “Kompas” tanggal 6 juni 2009.

0 komentar:

Poskan Komentar