image

Free Blogger Templates

This is a Multi Color template one page layout provided by TemplatesBlock.com for free of charge. There are 2 background graphics provided in the "images" folder. You may choose the one you like. Enjoy!

Details

Senin, 05 Maret 2012

Komunikasi dan Keterampilan Interpersonal

BAB I
PENDAHULUAN

Komunikasi dan Keterampilan Interpersonal. Kedua keterampilan inilah yang akan mendorong peningkatan kinerja seorang profesional, di bagian apapun tempatnya atau posisi apapun yang dipegangnya. Kemampuan dalam membina hubungan interpersonal akan memudahkan penyelesaian tugas sehari-hari apalagi tugas dalam teamwork. Karena bagaimanapun akan sulit membangun teamwork yang tangguh bila ketrampilan interpersonal dan komunikasi ini tidak dimiliki oleh salah seorang anggotanya. Atau dengan kata lain seseorang yang tidak memiliki ketrampilan interpersonal dan komunikasi akan sulit bekerja dalam satu kelompok kerja secara baik.
Maka dari itu, makalah ini akan mengupas tentang komunikasi dan keterampilan interpersonal secara mendetail.



















BAB II

PERUMUSAN MASALAH


Dari makalah yang kami buat ini, maka rumusan masalah yang dapat kami paparkan adalah sebagai berikut:
1. Apa yang dimaksud dengan komunikasi?
2. Apa saja unsur dan proses komunikasi?
3. Apa saja faktor-faktor komunikasi?
4. Apa yang dimaksud keterampilan interpersonal?
5. Apa hubungan antara komunikasi dengan keterampilan interpersonal?
6. Apa manfaat komunikasi dan keterampilan interpersonal?














BAB III
PEMBAHASAN

A. Pengertian Komunikasi
Istilah komunikasi berasal dari bahasa Latin, communicare yang artinya sama. Jadi, secara etimologis komunikasi berarti proses untuk memperoleh pengertian yang sama. Berdasarkan arti praktisnya, komunikasi adalah suatu proses pengiriman/penerimaan informasi, berita atau pesan antara dua orang atau lebih dengan menggunakan cara yang tepat, sehingga informasi, berita, atau pesan yang dimaksud dapat dimengerti oleh keduanya.
Untuk lebih jelas lagi, berikut ini disajikan beberapa definisi komunikasi menurut para ahlinya:
1. Murphy (1957:5): “Communication is the whole process used in reaching other minds.” (komunikasi dalah seluruh proses yang diperlukan untuk mencapai pikiran-pikiran yang dimaksud oleh orang lain).
2. Harwood (1953:74): “Communication is more technically defined as a process for conduction the memories.” (secara teknis komunikasi didefinisikan sebagai proses untuk membangkitkan perhatian orang lain yang bertujuan untuk menjalin kembali ingatan-ingatan.
Berdasarkan definisi tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa komunikasi adalah proses pengiriman atau penyampaian berita atau informasi dari satu pihak (komunikator) kepada pihak lain, (komunikan) dalam usaha untuk mendapatkan saling pengertian. Definisi tersebut member pengerian yang sangat luas, oleh karena tidak hanya menitikberatkan pada segi manusia saja. Tetapi juga proses, isi berita dan alatnya.

B. Unsur dan Proses Komunikasi
Menurut Redfield, komunikasi terdiri dari lima unsure berikut ini:
1. Communicator (komunikator), yaitu orang atau pihak yang mengirimkan informasi.
2. Messages, yaitu informasi, berita atau pesan yang dikirimkan.
3. Transmits, yaitu prosedur pengiriman informasi.
4. Communicate (komunikan), yaitu orang atau pihak penerima informasi.
5. Response, yaitu reaksi, feed back, atau tanggapan dari pihak komunikan.
Adapun proses komunikasi adalah sebagai berikut:
1. Tahap pertama, yaitu diawali dengan menetapkan informasi, gagasan, ide, berita, atau pesan oleh pihak pengirim berita (communicator, sender).
2. Tahap kedua, yaitu proses pengiriman informasi, gagasan, ide, berita, atau pesan, (message) yang telah disusun (encoding) dalam bentuk symbol, sandi, isyarat, atau kode, melalui saluran/media komunikasi, baik secara lisan maupun tertulis, vertical maupun horizontal, dan formal maupun informal.
3. Tahap ketiga, yaitu penerimaan informasi, gagasan, ide, berita, atau pesan oleh pihak penerima berita (komunikan). Komunikan kemudian mengadakan interpertasi (decoding) terhadap informasi, gagasan, ide, berita, atau pesan ang diterimanya dan dilanjutkan oleh suatu tindakan (respon). Tindakan yang dilakukan komukan merupakan tanggapan, respon, atau upan balik (feed back) dari komunikan kepada komunikator.


C. Faktor Komunikasi
Menurut Scott M. Cultip dan Allen H. Center dalam bukunya, Effective Public Relation, terdapat tujuh factor komunikasi (the seven c’s communication).
1. Credibility (kerterpercayaan)
Proses komunikasi sangat dipengaruhi oleh factor keterpercayaan. Dalam hal ini komunikasi terjadi karena antara komunikator dengan komunikan saling mempercayai dan saling memrelukan. Apabila tidak ada kepercayaan maka proses komunikasi tidak akan dapat berlangsung.
2. Context (perhubungan)
Proses komunikasi dipengaruhi oleh factor perhubungan. Apabila tidak terjadi kontak atau hubungan maka komunikasi tidak akan terjadi. Keberhasilan komunikasi berhubungan erat denga situasi atau kondisi lingkungan ketika komunikasi berlangsung. Misalnya, apabila keadaan sedang kacau maka proses komunikasi akan terhambat.

3. Content (kepuasan)
Komunikasi harus dapat menimbulkan rasa puas dari kedua belah pihak. Kepuasan akan tercapai apabila berita atau pesan yang dikkirim komunikator dapat diterima dan dimengerti oleh komunikan. Selanjutnya komunikan memberikan raksi atau respon kepada komunikator.
4. Clarity (kejelasan)
Factor kejelasan sangat penting dalam proses komunikasi. Kejelasan itu meliputi kejelasan isi berita, kejelasan tujuan yang hendak dicapai, dan kejelasan kata-kata yang dipergunakan dalam komunikasi.
5. Continuity and consistency (kesinambungan dan konsisten)
Komunikasi dapat berlangsung jika terjadi kesinambungan dan konsistensi hubungan dari kedua belah pihak. Dalam hal ini komunikasi perlu dilakukan secara terus menerus dan konsisten. Selain itu informasi yang disampaikan jangan saling bertentangan.
6. Capability of audience (kemampuan komunikan)
Kemampuan komunikan sangat menentukan dalam proses komunikasi. Dalam hal ini pengiriman berita atau pesan perlu disesuaikan dengan tingkat pengerahuan dan pengalaman pihak penerima berita. Oleh karena itu, komunikator harus menghindari penggunaan istilah-istilah yang sukar untuk dipahami oleh komunikan.
7. Channel of distribution (saluran pengiriman berita)
Saluran atau sarana yang dipergunakan dalam pengiriman berita merupakan factor yang penting dlam proses komunikasi. Agar proses komuniksi dapat berlangsung perlu dipakai saluran atau media komunikasi yang sudah biasa dipergunakan oleh masyarat umum, antara lain media cetak dan media elektronik.


D. Pengertian Keterampilan Interpersonal
Keterampilan interpersonal, dalam kegiatan bersosialisasi antara manusia satu dengan yang lain adalah suatu kebutuhan yang dilakukan tiap-tiap manusia. Keterampilan ini sangatlah penting untuk membangun hubungan. Dengan kata lain, keterampilan interpersonal merupakan kemampuan seseorang untuk menjalin hubungan dengan orang lain atau dengan sekumpulan orang dalam bidang kerja terjentu (team work).
Keterampilan interpersonal ini, sangat erat kaitannya dengan keterampilan kemanusiaan/manusiawi (human skills) karena antara keterampilan interpersonal dan keterampilan manusiawi tidak lepas dari suatu hubungan komunikasi yang baik. Keterampilan kemanusiaan/manusiawi yaitu kemampuan untuk bekerja sama dengan orang lain, memahami dan memotivasi manusia lain, baik individu maupun kelompok.
Untuk menciptakan hubungan yang baik atau interpersonal yang baik, seseorang tersebut harus menerapkan hal-hal berikut ini:
1. Mencerdaskan diri sendiri.
2. Mengembangkan diri sendiri.
3. Mengetahui karakter dan perilaku orang lain.
4. Selalu berpikir positif.
5. Mengembangkan rasa percaya diri.
6. Memainkan peranan dengan baik.

E. Komunikasi dan Keterampilan Interpersonal
Komunikasi tidak dapat terlepas dari Keterampilan Interpersonal. Sudah dapat dipastikan adanya keterampilan interpersonal adalah akibat dari adanya komunikasi antar pribadi oleh pihak-pihak tertentu.
Komunikasi yang baik tentu akan menghadirkan hubungan yang baik, sebaliknya komunikasi yang buruk dan tidak intensif akan mengakibatkan hubungan yang buruk. Berawal dari komunikasi, dan sedikit keterampilan dalam bergaul akan memudahkan seseorang untuk menjalin hubungan dengan orang lain. Entah itu hubungan yang berlangsung secara vertical atau horizontal.
Keterampilan interpersonal didapat seseorang secara otodidak dengan mendalami karakter lawan bicaranya. Hal ini sudah menjadi hukum alam, apabila seseorang tidak dapat menjalin interpersonal dengan baik, hidupnya akan kacau dan tidak mempunyai teman. Maka dari itu, komunikasi dan keterampilan interpersonal harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari secara bersamaan. Baik dalam urusan individu maupun kelompok.
Dalam sebuah perusahaan, seseorang juga harus mempunyai kemampuan berkomunikasi dan interpersonal yang baik. Salah satunya adalah manajer yang harus mengayomi anak buahnya. Semua itu juga tidak terlepas dari komunikasi yang baik serta interpersonal yang cukup.


F. Manfaat Komunikasi dan Keterampilan Interpersonal
Berikut ini adalah manfaat yang dirasakan apabila melakukan komunikasi dan menerapkan keterampilan interpersonal dengan baik:
1. Dapat menimbulkan rasa kesetiakawanan, solidaritas, dan loyalitas dalam kehidupan social.
2. Meningkatkan kegairahan dalam menjalin hubungan kerjasama antarsesama manusia.
3. Meningkatkan nilai-nilai kebersamaan dan kekeluargaan.
4. Mengetahui perkembangan sains, teknologi, seni dan budaya masyarakat.
5. Mengetahui nilai-nilai dan norma-norma yang berlaku dalam kehidupan masyarakat.
6. Dapat meningkatkan informasi untuk konsumsi otak.
7. Meningkatkan tanggung jawab moral dan sosial.
8. Menimbulkan saling pengertian di antara sesama manusia.
9. Mendorong manusia ke arah berpikir positif, logis dan kreatif.
10. Memenuhi keingintahuan manusia.








BAB IV
PENUTUP

Kesimpulan:
Komunikasi merupakan proses pengiriman berita/informasi kepada orang lain supaya ada kesingkronan informasi dari kedua belah pihak. Sedangkan keterampilan interpersonal yaitu suatu kemampuan seseorang untuk menciptakan hubungan antara orang satu dengan yang lain.
Komunikasi dan keterampilan interpersonal tidak dapat dipisahkan, karena kedua sangat erat hubungannya. Dengan berkomunikasi, maka itu sudah menciptakan suatu interpersonal. Baik hubungan yang baik, maupun yang buruk. Tergantung bagaimana seseorang berkomunikasi dan bergaul dengan orang lain.

penulis
CaTur wahyu utomo













DAFTAR PUSTAKA

Wijaya, Juhana. 2004. Bekerjasama Dengan Kolega dan Pelanggan. Jakarta: Armico.
Schermerhorn, John R. 2001. Manajemen. Yogyakarta: Andi Publisher.
Internet.

0 komentar:

Poskan Komentar